Kali ini saya akan mengenalkan pada salah satu komponen
jaringan. Komponen ini disebut juga Firewall (Dinding Api)
Firewall adalah suatu sistem proteksi untuk melaksanakan
pengawasan lalu lintas paket data menuju atau meninggalkan sebuah jaringan
computer sehingga paket data yang telah diperiksa dapat diterima, ditolak atau
bahkan dimodifikasi terlebih dahulu sebelum memasuki atau meninggalkan jaringan
tersebut. Firewall memprotieksi suatu jaringan komputer dari hal-hal yang
membahayakannya.
Fungsi Firewall
- mengatur dan mengcontrol lalu lintas jaringan
- Melakukan autentikasi
- Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
- Melindungi jaringan komputer dari virus-virus yang ada di Internet
- Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Dimana Firewall harus diletakan ?
Ada beberapa model dan konfigurasi penempatan firewall yang
dapat diletakan sebelum/sesudah server atau diantara server dan internal LAN.
Penempata firewall sebelum server akan sangat berbahaya
apabila seorang hacker telah memperoleh akses ke server maka internal LAN dapat
diserangnya dengan mudah. Jika e-mail server dibelakang firewall maka LAN harus
menusuk hole di firewall untuk membiarkan e-mail masuk penyerangan melalui
e-mail akan menyebabkan jaringan menjadi kebobolan apabila e-mail server
diletakan didepan firewall, anda dapat meng-set e-mail server dan menerima/
mengirim e-mail
Gambar. Hacker yang berhasil
masuk ke public server dan akan mudah menyerang Internal LAN
Gambar1. Hacker akan
lebih mudah masuk ke public server tetapi akan kesulitan menyerang Internal LAN
Cara yang terbaik adalah memakai dua firewall, satu firewall
diletakan diantara public server dengan e-mail server, cara pemasangan ini
dikenal sebagai “DMZ” karena daerah diantara kedua firewall tersebut
benar-benar meruapakan daerah tidak aman dan restricted. Tetapi tipe DMZ
ini juga jauh dari sempurna karena umunya public server dan Internal LAN tidak
berada pada garis yang sama, jumlah dan tipe trafik meningkat dan aturan
firewall begitu komplek.
Gambar2. Hacker harus melalui
firewall pertama dan kedua jika ingin menembus Internal LAN
Beberapa hal penting
yang harus diperhatikan dalam menyusun konfigurasi firewall adalah :
- Melakukan pembatasan jumlah orang yang dapat mengakses shell firewall. Jika terdapat satu atau dua user account, maka penyusup akan sangat sulit menemukan salah satu dari mereka;
- Memperhatikan keamanan hardware firewall, misalnya meletakan hardware firewall di tempat yang aman. dimana tidak semua orang bisa mengaksesnya.
Jenis firewall yang dapat digunakan adalah Microsoft Internet
Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTable
dalam sistem operasi GNU/Linux, pƒ dalam keluarga sistem operasi Unix BSD,
serta SunScreen dari Sun Microsistems, Inc, yang didalam sistem operasi
Solaris. Jika ISP sudah menyediakan virtual firewall seperti Cisco PIX 535,
maka perusahaan dapat menghemat biaya penggunaan firewall.




Posting Komentar